SD Aisyiyah Kamila Gelar Munaqosyah ke-9, Bentuk Generasi Qur’ani Pemimpin Masa Depan
Peserta Munaqosyah 9 (Foto: Humas)
Kota Malang — SD Aisyiyah Kamila Kota Malang telah menggelar Munaqosyah ke-9 untuk siswa kelas 6 pada Sabtu (24/1/2026) di UMM Kampus 2. Acara ini menjadi puncak perjalanan pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) yang telah ditempuh siswa sejak duduk di bangku kelas 1. Tahun ini, munaqosyah mengusung tema “Generasi Qur’ani, Pemimpin Masa Depan”, mewakili harapan agar hafalan Al-Qur’an tidak sekadar menjadi capaian akademik, tetapi juga menjadi karakter dan jalan hidup yang kelak mereka bawa ke jenjang berikutnya.
Sebanyak 44 siswa mengikuti munaqosyah tahun ini. Mereka tampil satu per satu di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan untuk menyampaikan hafalan TQT yang berisi kisah-kisah tematik Al-Qur’an yang telah dipelajari selama enam tahun.
Prosesi Munaqosyah: Haru, Bangga, dan Ujian Kepercayaan Diri
Paduan Suara SD Aisyiyah Kamila Kota Malang (Foto : Humas)
Acara munaqosyah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kirab, hingga penyampaian sambutan dari kepala sekolah, pengawas sekolah, perwakilan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dan perwakilan PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Kota Malang.
Saat memasuki acara inti, satu per satu siswa tampil di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan untuk menyampaikan hafalan TQT mereka. Prosesi munaqosyah dipimpin oleh Lailatul Fithriyyah Azzakiyah selaku founder Tahfizh Qur’an Tematik (TQT).
Di tengah berlangsungnya munaqosyah, Bu Ela, sapaan akrabnya, mengaku bangga melihat perkembangan siswa-siswi kelas 6 yang telah menjalani pembelajaran TQT sejak kelas awal.
Selain itu, momen tersebut terasa semakin istimewa karena putrinya, Izka, juga turut mengikuti munaqosyah tahun ini dan berhasil mencapai target 23 kisah sesuai target sekolah.
“Tentu ada rasa haru tersendiri karena putri saya juga ikut munaqosyah. Tapi kebahagiaan paling besar adalah melihat semua anak bisa sampai di titik ini,” tuturnya.
Tidak hanya hafalan, munaqosyah juga menguji ketenangan, kepercayaan diri, dan keberanian siswa untuk tampil di ruang publik yang menjadi bekal mereka untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan.
Prosesi Penyematan Mahkota
Penyematan Mahkota Ke Orangtua (Foto : Humas)[/caption]
Prosesi penyematan mahkota menjadi momen yang paling mengundang haru. Mahkota diberikan siswa untuk disematkan kepada orangtua. Acara ini begitu sakral karena merupakan simbol perjuangan, kesabaran, serta pendampingan panjang antara guru, siswa, dan orang tua. Sejumlah orangtua pun juga tak kuasa menahan air mata saat prosesi ini berlangsung.
Ibu Alea, salah satu orangtua siswa, mengaku prosesi ini selalu meninggalkan kesan mendalam, terutama saat penyematan mahkota berlangsung.
“Saat acara dibuka saya masih bersikap santai. Tapi begitu acara pemasangan mahkota dimulai dan Bu Ela menyampaikan pesannya, MasyaAllah, air mata tanpa sadar langsung jatuh,” tuturnya.
Selain capaian akademik, munaqosyah juga menghadirkan kisah-kisah usaha. Sekolah menargetkan hafalan 23 kisah TQT sebagai capaian akhir kelas 6. Tahun ini, tujuh siswa berhasil menuntaskan target tersebut, yaitu Fasya, Izka, Alkhalifi, Abidah, Aqila, Samia, dan Asra. Sementara siswa lainnya dinyatakan tuntas sesuai standar sekolah.
Salah satu wali kelas 6, Hastim Rosiana, menilai bahwa capaian tersebut bukan hanya persoalan target hafalan, namun ada nilai lain dibaliknya.
“Bagi kami guru, yang penting dari munaqosyah bukan hanya soal angka hafalan. Ada ketekunan, keberanian tampil, dan rasa cinta terhadap Al-Qur’an yang tumbuh pelan-pelan dalam diri anak-anak,” ujarnya.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala sekolah SD Aisyiyah Kamila, Reni Nur Farida, menyampaikan terima kasih kepada para guru dan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan munaqosyah.
“Kegiatan munaqosyah bisa berjalan sukses karena kerja keras bapak-ibu semua. Kita saling melengkapi, berkolaborasi, dan saling berbagi inspirasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap tahun munaqosyah selalu menyimpan pengalaman baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun ada pengalaman yang menjadi pelajaran bagi kita untuk terus belajar,” tutupnya.
Munaqosyah akbar yang digelar setiap tahun bukan sekadar penutup enam tahun pembelajaran, tetapi menjadi pintu menuju babak baru bagi para siswa di masa depan. Mengusung tema “Generasi Qur’ani, Pemimpin Masa Depan”, Munaqosyah ke-9 ini diharapkan pula melahirkan calon kader, mubaligh, intelek dan ulama, sebagai bekal para siswa nantinya. (Dy)
#Munaqosyah9 #SDAisyiyahKamilaMalang #TQT #GenerasiQur’ani #PemimpinMasaDepa
